Semarak dan Sakral Festival Jenang Suro Gunungsari di Kota Batu

Home / Wisata / Semarak dan Sakral Festival Jenang Suro Gunungsari di Kota Batu
Semarak dan Sakral Festival Jenang Suro Gunungsari di Kota Batu Warga Desa Gunungsari berfoto bersama Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono disela-sela Kirab Jenang Suro Gunungsari 2019. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 

TIMESJOMBANG, BATU – Semarak dan sakral pelaksanaan Festival Jenang Suro Gunungsari tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Gunungsari, Kota Batu, Jumat (13/9/2019) sore. 

Selepas sholat Ashar, para tetua desa dan tokoh adat mulai turun ke jalan. Mereka melaksanakan Kirab Pusaka Tindih Desa Gunungsari. 

Kirab ini dimulai dari rumah Kasun, Riyaji kemudian menuju Punden Jati, kemudian menuju ke lokasi Tasyakuran Suro yang berada di jantung Dusun Pagergunung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. 

Jenang-Suro-Gunungsari-2.jpg

Kirab Jenang Suro ini adalah kirab kedua memperingati bulan Suro. Berbeda dengan Kirab Jenang Suro hari pertama yang dilaksanakan hari Kamis (13/9/2019), kirab hari kedua selain dua Tumpeng Agung berisi Jenang Suro, dikirab juga Pusaka Tombak Tindih Desa Pamor Udan Mas. 

"Pusaka tombak ini adalah peningggalan Kepala Desa Gunungsari pertama yakni Kerto Prayitno, akan kita kirab juga," kata Kepala Dusun Pagergunung, Riyaji.

Jenang-Suro-Gunungsari-3.jpg

Para tetua adat dan tokoh masyarakat menggunakan pakaian adat kemudian berjalan menuju lokasi peringatan. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, Pj Kades Gunungsari, M Hartoto dan anggota DPRD Kota Batu, Sujono Djonet. 

Jenang-Suro-Gunungsari-4.jpg

Begitu tiba di finish, dibacakan doa-doa kemudian dilakukan pembagian Jenang Suro. Warga pun berebut mengambil takir yang penuh berisi jenang Suro. 

Jenang Suro ini berwarna putih berasa tawar mirip bubur. Kemudian ditaburi potongan telur dadar, ikan teri campur kacang manis dan ditaburi juga dengan Abon.

Jenang-Suro-Gunungsari-5.jpg

"Baru kali ini saya makan Bubur Suro, makannya langsung menggunakan jari-jari kita. Makannya harus dicampur agar rasa khasnya muncul," ujar Yonanta, warga Kota Malang yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Riyaji bersyukur kegiatan Kirab Pusaka Tindih Desa Gunungsari berjalan dengan lancar. "Alhamdulillah kegiatan uri-uri budaya bisa kita laksanakan dengan lancar," ujar Riyaji. 

Jenang-Suro-Gunungsari-6.jpg

Kenapa harus membuat Jenang Suro, tradisi leluhur ini muncul karena pada Bulan Suro ini banyak bala. Jenang Suro merupakan tolak bala

Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kota Batu, Winarto bersyukur Festival Jenang Suro Gunungsari tahun 2019 yang dilaksanakan kerjasama Disparta, Pemerintah Desa Gunungsari dan warga Gunungsari ini berjalan dengan lancar. "Desa-desa di Kota Batu, itu memiliki berbagai kelebihan, sesuai dengan visi misi Wali Kota Desa Berdaya, Disparta terus menggali apa yang dipunyai desa, kita kembangkan dan kita angkat kembali," ujar Winarto. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com