Masjid Baiturahman Ponorogo, Masjid Tua yang Bangunannya Mirip Rumah

Home / Wisata / Masjid Baiturahman Ponorogo, Masjid Tua yang Bangunannya Mirip Rumah
Masjid Baiturahman Ponorogo, Masjid Tua yang Bangunannya Mirip Rumah Masjid Baiturahman Ponorogo. (FOTO: kanalponorogo)

TIMESJOMBANG, JAKARTA – Penyebaran Islam di Tanah Jawa dilakukan secara masif dan terus menerus. Termasuk di wilayah Ponorogo Jawa Timur. Hal itu terbukti dari berdirinya sebuah masjid tua bernama Masjid Baiturahman.

Masjid yang terletak di Dusun Setono, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis. Masjid ini dibangun pada tahun 1600. Konon masjid ini dibangun oleh tiga Kiai, yaitu Kiai Donopuro, Kiai Noyopuro, dan Kiai Wongsopuro. Mereka adalah pengikut Pangeran Sumende.

Diketahui Pangeran Sumende dan pengikutnya datang ke Desa Setono karena faktor politik di Kartosuro yang tengah dilanda peperangan melawan Belanda.

Tak sekadar untuk 'mengungsi' Pangeran Sumende dan ketiga Kiai tersebut juga berdakwah di Bumi Reog itu. Mereka mendirikan masjid di pinggir Kali Keyang. Tak itu saja, rombongan ini juga mendirikan sebuah pondok pesantren.

Sayangnya pondok pesantren tersebut sudah dibongkar, dan kini dipergunakan untuk tempat wudu. "Tahun 1982 pondok pesantren rusak berat, akhirnya dibongkar dan digunakan tempat wudu," jelas Sudrajat, imam masjid.

Sedangkan bangunan masjid sendiri telah beberapa kali telah direnovasi. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1924. Yang semula dindingnya dari anyaman bambu diganti dengan tembok dan ditinggikan. Renovasi kedua, tahun 1992 seluruh jendela dan atap diganti. Terakhir, tahun 2007 renovasi bagian lantai dan kayu belandar diganti baru.

"Masjid ini sudah 3 kali renovasi, bentuk bangunan masjid ini sudah berubah," terangnya.

Masjid ini berbentuk seperti rumah adat Jawa kuno lengkap dengan bentuk atap yang menjulang tinggi dengan ditopang 4 tiang penyangga atau soko guru kayu berukuran besar.

Bagian dalam masjid berukuran 11 x 11 meter persegi. Sedangkan bagian serambi masjid berukuran 11 x 6 meter persegi.

Masjid ini juga memiliki halaman yang luas, lokasinya yang jauh dari kebisingan membuat suasana tenang.

Masjid Baiturahman Ponorogo ini menyimpan benda peninggalan yang masih asli yaitu sebuah Bedug dengan diameter 1 meter dan sebuah mimbar dakwah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com