Cybercounseling untuk Generasi Era Milenia

Home / Kopi TIMES / Cybercounseling untuk Generasi Era Milenia
Cybercounseling untuk Generasi Era Milenia Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)

Selanjutnya, untuk menyempurnakan layanan konseling. Di samping layanan yang bersifat konvensional dengan face-to face maka perlu dilengkapi dengan cybercounseling yang dikembangkan dengan aplikasi yang ramah.

Dalam penerapan cybercounseling aspek kerahasiaan merupakan sesuatu yang sangat kritikal. Proses konseling ini wajib memberikan jaminan tentang terjaganya rahasia. Untuk itu konselor harus lebih berhati-hati.

Menyadari akan tujuan akhir manusia bahwa semua manusia bercita-cita untuk mengakhiri hidup dengan husnul khatimah.

Untuk mewujudkan cita-cita ini tidaklah mudah, terlebih-lebih di era milenial terlalu banyak hal (kepentingan) yang harus diakomodasi. Konseling hakekatnya sama dengan program-program pendidikan di sekolah.

Karena itu, konseling era milenial memiliki potensi yang dapat berkontribusi dalam mengantarkan siswa dan mahasiswa dalam meraih sukses studinya, sukses karirnya dan sukses hidupnya. (*)

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com