Kiat Mencegah Stunting pada Anak Sejak Masa Kehamilan

Home / Gaya Hidup / Kiat Mencegah Stunting pada Anak Sejak Masa Kehamilan
Kiat Mencegah Stunting pada Anak Sejak Masa Kehamilan ILUSTRASI - Rutin melakukan pemeriksaan kandungan. (FOTO: Onlylaila)

TIMESJOMBANG, JAKARTAStunting menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Stunting atau juga bisa disebut pendek merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa pertumbuhan anak terhambat.

Stunting bisa disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama, sejak anak masih dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun.

Stunting pada anak dapat dicegah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau disebut juga sebagai periode 1000 hari pertama kehidupan. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko anak mengalami stunting.

1. Cukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat

Zat besi, asam folat, dan yodium merupakan nutrisi penting yang wajib dipenuhi ibu hamil untuk mencegah stunting. Kekurangan zat besi dan asam folat dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Anak yang lahir dari ibu hamil dengan anemia lebih berisiko mengalami stunting.

Ibu hamil bisa mendapatkan ketiga nutrisi ini dengan mengonsumsi telur, kentang, brokoli, makanan laut, pepaya, dan alpukat. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

2. Hindari paparan asap rokok

Agar janin yang dikandung dapat tumbuh dengan sehat, ibu hamil harus berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan kurang.

Jika ada anggota keluarga yang merokok di rumah, sebaiknya ibu hamil memintanya untuk tidak merokok di dalam rumah. Namun, jika ibu hamil sedang berada di luar rumah, paparan asap rokok dapat dicegah dengan mengenakan masker .

3. Rutin melakukan pemeriksaan kandungan

Rutin melakukan pemeriksaan kandungan adalah hal yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting. Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk memastikan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil cukup dan mendeteksi jika ada komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.

Itulah cara mencegah risiko stunting pada anak sejak di dalam kandungan. Selalu pantau pertumbuhan anak Anda. Jika pertumbuhan anak lambat segera hubungi dokter untuk berkonsultasi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com