Antari, Sajian Keramat di Hari yang Fitri

Home / Gaya Hidup / Antari, Sajian Keramat di Hari yang Fitri
Antari, Sajian Keramat di Hari yang Fitri Antari, salah satu jajanan tradisional yang selalu hadir di hari lebaran. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESJOMBANG, BATU – Aneka camilan menjadi pilihan saat berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Fitri, salah satunya adalah menikmati kue Antari yang dibeberapa daerah sebagai sajian keramat karena hanya dikonsumsi pada hari suci.

Tidak hanya umat Muslim yang mengonsumsi kue Antari ini, namun beberapa agama lain juga mengonsumsinya. Seperti di Pulau Dewata Bali, para pemeluk agama Hindu menggunakan kue ini sebagai salah satu isi sesajian di hari raya keagamaan, seperti hari raya Nyepi.

jajanan-tradisional-2.jpg

Saat Hari Raya Idul Fitri, pemeluk agama Islam pun memilih kue Antari ini sebagai camilan saat bersilaturahmi. Jajanan kuno ini memiliki banyak sebutan, ada juga yang menyebutnya dengan sebutan kue kembang goyang. 

“Antari memang jajanan lama, sejak saya kecil, sampai dewasa jajanan ini selalu kita suguhkan untuk hari raya, biasanya selain Antari ada juga sprit (kue berbentuk huruf S),” ujar Sulikah, warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kue ini terbuat dari tepung beras dicampur telur ayam, gula pasir, tepung sagu, santan, kelapa dan wijen putih. Cara penggorengannya digoyang-goyangkan diatas minyak panas ditaburi biji wijen, Rasanya manis, gurih dan renyah membuat banyak masyarakat menyukai kue ini.

Kue ini tidak hanya menyajikan rasa yang enak, namun juga menyajikan kecantikan bentuk. Karena itu kue ini dihidangkan di toples bening sehingga terlihat jelas bentuk apik kue yang bertambah menarik saat ditata sedemikian rupa.

Kue Antari ini merupakan suguhan khas masyarakat Betawi, namun juga menjadi makanan khas di banyak daerah di Nusantara. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com