BPCB Jatim Tindaklanjuti Ekskavasi Situs Peninggalan Majapahit di Jombang

Home / Berita / BPCB Jatim Tindaklanjuti Ekskavasi Situs Peninggalan Majapahit di Jombang
BPCB Jatim Tindaklanjuti Ekskavasi Situs Peninggalan Majapahit di Jombang Situs yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang saat ini masih dalam agenda eksavasi oleh BPCB Jatim. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)

TIMESJOMBANG, JOMBANG – Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya  Jawa Timur (BPCB Jatim) terus menindaklanjuti penemuan yang diduga sebagai situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Salah satu arkeolog BPCB Jatim, Nugroho H. Lokito mengatakan, saat ini pihak BPCB melakukan pembersihan di bagian tengah situs sebagai tahap awal. Selain itu, nantinya mereka juga bakal melakukan ekskavasi kembali selama kurang lebih 10 hari ke depan.

Situs-Peninggalan-Majapahit-2.jpg

Selama 10 hari itu, BPCB menargetkan setidaknya ingin menampakkan denah dari bagian atas atau bentuk struktur bangunan keseluruhan.

"Perkara nanti sedalam apa, kita lihat nanti. Pohon besar jenis beringin yang berada di sekitar juga akan ditebang untuk melihat struktur batu secara jelas. Bisa saja nanti luasnya akan bertambah," katanya kepada TIMES Indonesia, Jumat (13/9/2019)

Untuk saat ini, lanjutnya, tingkat kerusakan situs yang berhasil digali yakni baru sekitar 25 persen. Namun kerusakan itu hanya terjadi di bagian atas saja.

"Saya pikir tidak seberapa (kerusakannya). Cuma bagian atas situs saja. Untuk saat ini yang melakukan ekskavasi, dari tim kami (BPCB) ada 15 orang dan arkeolog 2 orang dan sebagian juga ada dari warga setempat yang membantu," tambahnya.

Situs-Peninggalan-Majapahit-3.jpg

Nugroho mengaku, untuk penemuan ini, dari prediksinya sejauh dari penggalian sementara, situs ini sangat mirip dengan Candi Tikus di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Dia berharap dari Pemkab Jombang sendiri ada perhatian secara khusus dalam hal ini. Agar nantinya, ada sharing terkait anggaran dalam eksavasi lebih lanjut bersama BPCB Jatim.

"Agar outputnya yang dihasilkan lebih luas. Untuk saat ini respon dari Pemkab (Jombang) belum bisa membantu secara finansial. Kalau tahun depan bisa untuk anggaran ekskavasi. Untuk sementara saat ini di lapangan dan penganggaran ekskavasi masih dari BPCB saja," ujarnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com