Laki-laki Asal Kota Batu ini Berhasil Bikin Lemon Oven 

Home / Berita / Sempat Gagal, Laki-laki Kota Batu ini Bikin Lemon Oven 
Sempat Gagal, Laki-laki Kota Batu ini Bikin Lemon Oven  Ahmad Mujahidin alias Gepeng, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur saat membuat produk lemon oven. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESJOMBANG, BATU – Gagal tidak membuat laki-laki ini mengendurkan semangatnya, sebaliknya ia mencoba memahami keinginan pasar, hingga akhirnya produk UMKM, Lemon Oven yang dibuatnya bisa diterima pasar.

Ketika produk UMKM lainnya mengalami kemerosotan saat Pandemi Covid-19, produk Lemon Oven yang dibuat oleh Ahmad Mujahidin alias Gepeng, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur ini justru meroket. 

Pasalnya, produk buatannya dinilai lebih efektif efisien tanpa mengurangi kandungan gizi dari Lemon. Tidak hanya itu, produk buatan rumahan ini diyakini bisa meningkatkan imun tubuh dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

membuat-produk-lemon-oven-2.jpg

“Awalnya saya disuruh teman mengeringkan sayur, tapi tidak laku. Kemudian saya coba ganti dengan mengeringkan jeruk nipis, awalnya laku, tapi lama kelamaan tidak laku,” ujar Gepeng sambil tersenyum menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya.  

Dari kegagalannya itu, Gepeng yang juga dikenal sebagai petani sayuran organic ini, kemudian membeli Lemon seberat 5 kilogram kemudian dikeringkan.  “Saya kemudian coba pasarkan di Instagram dan Facebook dengan bantuan saudara saya, karena saya sendiri tidak bisa mengoperasionalkannya, akhirnya banyak pesanan,” ujarnya.

Ia menggunakan lemon jenis wiggles yang tidak ada bijinya. Kandungan lemon ini diyakini bisa meningkatkan imun tubuh karena mengandung anti oksidan. Tidak ada masalah dengan penentuan dan produk Lemon, karena Gepeng cukup berpengalaman memilih Lemon karena latar belakangnya adalah petani organik.

membuat-produk-lemon-oven-3.jpg

Dari sekian proses yang sulit adalah menyerut lemon, karena ukuran yang dibuat harus pas. Kemudian lemon ini ditaruh pada nampan jaring kemudian dioven dengan suhu 35 hingga 40 derajat selama 14 jam.

“Oven Rotary ini saya desain sendiri, dengan tinggi 2,5 meter dan lebar 1,25 meter. Kemudian desain ini saya serahkan tukang untuk dibuatkan,” ujarnya.

Oven desainnya ini menggunakan sistem pengeringan matahari sehingga kandungan lemon tidak hilang. Lemon buatannya mampu bertahan satu tahun, tapi untuk jaga-jaga ia menetapkan masa kadaluwarsa hanya enam bulan.

Ia mengatakan produk Lemon Oven ini justru mengalami kenaikan saat Pandemi Covid-19. Produknya ini malah diburu oleh konsumen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com