Stok Darah Menipis, PMI Gandeng FKUB dan Humanity First Adakan Donor Darah

Home / Berita / Stok Darah Menipis, PMI Gandeng FKUB dan Humanity First Adakan Donor Darah
Stok Darah Menipis, PMI Gandeng FKUB dan Humanity First Adakan Donor Darah Aktivitas transfusi darah di unit donor darah PMI Kota Semarang. (foto: Mushonifin/TIMES Indonesia)

TIMESJOMBANG, SEMARANG – Setelah hampir tiga bulan masa pandemik covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Jawa Tengah sempat kekurangan stok darah. Ini karena banyak pendonor berhenti mendonorkan darah untuk sementara.

Kepala Bagian Pelayanan Donor PMI Kota Semarang, Yusti Triwiyanti mengatakan di saat pandemik covid-19 ini memang pendonor darah agak menurun karena ada pembatasan kegiatan masyarakat.

Stok-Darah-Menipise53b95eec4b8aca0.jpg

"Biasaya kan kita punya pendonor-pendonor rutin dari masyarakat, bisa dari komunitas, organisasi, pemerintahan, perusahaan, dan lain-lain yang selama tiga bulan sekali donor tapi karena ada corona ini mereka berhenti sementara," jelas Yusti pada Sabtu (23/5/2020).

Untuk mengatasi kelangkaan stok darah, Yusti mencoba mengajak masyarakat dengan melakukan berbagai even dan membagi-bagikan souvenir serta bekerjasama dengan komunitas.

"Jadi kami melakukan banyak even untuk menarik masyarakat seperti kerjasama dengan FKUB dan pelita ini agar stok darah kita di bulan Ramadhan ini tergolong aman," ujarnya.

Atas kondisi itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng berkerja sama dengan huminty first dan forum persaudaraan lintas agama (pelita) melakukan program kerja sama menggalang aksi kemanusiaan dengan kegiatan donor darah. Aksi donor darah ini dipusatkan di unit donor darah PMI Kota Semarang.

Saifullah, Komandan Satgas Relawan dari Humaninty First mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya adalah sebagai bentuk dukungan untuk memberikan optimisme dalam menghadapi covid-19.

"Di tengah setiap orang membutuhkan perhatian kesehatan dan ekonomi dalam bangkit dari keterpurukan akibat pembatasan kegiatan yang tentunya untuk memutus penularan covid 19 sangat membatasi ruang kegiatan dalam usaha kegiatan ekonomi warga," ujar Ustaz yang akrab disapa Asep ini.

Program donor darah ini berlangsung dari 22 Mei hingga 30 Juni 2020. Saifullah menambahkan, hingga saat ini relawan yang telah terlibat sudah ada sekitar 50 orang.

"Alhamdulillah relawan pada hari pertama ni kami melibatkan 50 orang, insya Alloh target relawan sampai Juni sekitar 200 orang. Kegiatan ini didukung forum pelita, Gus durian, dan aktivis kemanusiaan yang lain," paparnya.

Saat ini, kegiatan ini dipusatkan di unit transfusi donor darah cabang palang merah kota Semarang. Namun kedepan akan melakukan kegiatan donor darah di rumah-rumah ibadah lintas agama.

Taslim Sahlan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah mengatakan setelah Idul Fitri nanti akan direncanakan program donor darah di tempat-tempat ibadah.

"Akan banyak relawan kami yang berkunjung ke tempat tempat ibadah agama Kristen, Hindu, budha, penghayatan serta masjid masjid yang direncanakan mau diadakan kegiatan donor darah masal. Yang tentunya melibatkan banyak tim relawan medis dan anggota PMI dalam acara tersebut," tambahnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com