Menteri PUPR RI: Minimal 70 Persen Produk Lokal akan Isi Area Komersial di Rest Area

Home / Berita / Menteri PUPR RI: Minimal 70 Persen Produk Lokal akan Isi Area Komersial di Rest Area
Menteri PUPR RI: Minimal 70 Persen Produk Lokal akan Isi Area Komersial di Rest Area Rest area yang sudah dibangun Kementerian PUPR RI. (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESJOMBANG, JAKARTAMenteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa Kementerian PUPR RI akan terus mendorong pengelola Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area untuk memenuhi komposisi minimal 70% pengusaha dengan brand dan produk lokal yang mengisi area komersial TIP.

“Kami terus mendorong brand lokal untuk berkontribusi di setiap rest area yang kita bangun, contohnya di KM 360 B di Ruas Tol Batang – Semarang ada 52 kios UMKM yang 100 persen produk dan kuliner lokal,” kata Menteri Basuki beberapa saat lalu.

Kementerian-PUPR-RI-c.jpg

Optimalisasi produk lokal di rest area jalan tol juga sudah diterapkan di 10 ruas Tol Trans Jawa yang memiliki 46 TIP dan sudah diisi oleh 877 tenant dengan komposisi 824 tenant retail lokal (94%) dan 53 tenant retail asing (6%).

"Misal di rest area Km 519 B di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Solo-Ngawi dari 24 tenant seluruhnya merupakan brand dan produk lokal untuk kategori kuliner, seperti Bakmi Soker, Ayam Bakar Mbah Solo dan toko oleh-oleh khas Solo," imbuhnya.

Kementerian-PUPR-RI-d.jpg

Sedangkan di rest area KM 429 B ruas Semarang-Solo 11 tenant yang seluruhnya merupakan UMK kuliner dengan brand dan produk lokal seperti Tela-Tela, Kebab Azis dan lainnya yang sudah memiliki beberapa cabang di Indonesia.

Sementara di rest area KM 726 B ruas Surabaya – Mojokerto terdapat 27 tenant yang 93% merupakan UMK lokal di bidang kuliner seperti Bebek Sinjay, Sego Sambel Bu Jum, Pecel Rawon Bu Gembrot yang merupakan kuliner asli lokal Jawa Timur. 

Kementerian-PUPR-RI-e.jpg

Selain optimalisasi produk lokal di rest area, Menteri Basuki juga meminta kepada BUJT agar terus meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan karena kebutuhan dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.

Menteri Basuki meyakini dengan lingkungan jalan tol yang lebih baik akan berkontribusi terhadap kenyamanan dan keselamatan dalam mengemudi di jalan tol, khususnya tidak hanya jalannya tetapi juga rest areanya.

Kementerian-PUPR-RI-f.jpg

Kualitas rest area secara menyeluruh harus mampu memberikan layanan bagi pengguna pada beberapa aspek utama yakni kenyamanan, kerapihan/kualitas lingkungan, dan kelengkapan fasilitas, termasuk memenuhi fasilitas kesetaraan gender bagi kaum difabel, orang lanjut usia, wanita, dan anak-anak.

Rest area juga harus memenuhi aspek keberlanjutan yang sesuai dengan kriteria dalam Permen PUPR No.10 Tahun 2014 dan Permen PUPR No 12 Tahun 2018 yang sudah diterbitkan Kementerian PUPR RI. "Terpenuhinya fungsi utama di ruas jalan tol seperti aspek kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna ruas jalan tol," tegas Menteri PUPR RI.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com